Generasi Tua dan Setelahnya

Terus menyalahkan dan meremehkan generasi muda hanya akan membuat pemuda takut mencoba. Tidak solutif.

Kalau hanya bisa berteriak seperti “anak muda jaman sekarang manja dan payah”, ada baiknya Anda bercermin pada masa lalu generasi Anda. Karena salah satu faktor yang membangun perilaku dan karakter generasi muda adalah generasi orangtua-nya.

Kalau memang Anda merasa lebih baik dari mereka, ajarkanlah!

Kalau setelahnya mereka tetap tidak mengerti, teruslah mencoba dan berikan mereka kesempatan.

Jika sekali lagi Anda berteriak meremehkan mereka, salahkan generasi Anda dan diri Anda sendiri yang membangun karakter mereka dan tidak mampu mengajarkan mereka dengan baik.

Jika Anda merasa tidak sanggup, lebih baik diam, jangan menyalahkan. Kemudian perhatikan hingga Anda merasa sanggup.

Dan ya, tentu saja ini berlaku juga untuk saya sebagai seorang senior bagi para junior saat ini, maupun sebagai pemimpin di masa depan.

BlackVJ on Flickr.BlackVJ

BlackVJ on Flickr.

BlackVJ

Bike mock-up workshop on Flickr.Bike mock-up workshop

Bike mock-up workshop on Flickr.

Bike mock-up workshop

Lego Technica on Flickr.Lego Technica

Lego Technica on Flickr.

Lego Technica

Nothing lasts forever but our journey never ends, Danbo on Flickr.Nothing lasts forever but our journey never ends, Danbo

Nothing lasts forever but our journey never ends, Danbo on Flickr.

Nothing lasts forever but our journey never ends, Danbo

a true bestfriend scolds like a dad, cares like a mom, teases like a sister, irritates like a brother, and loves you more than a lover — mind (via gopalgopel)

Iya saya sedang berjuang.

Berjuang untuk diri saya sendiri. Berjuang untuk orang2 yang sudah memperjuangkan saya. Berjuang untuk orang-orang yang sangat saya sayangi. Berjuang untuk ketiganya di jalan Allah.

Semoga saya kuat memperjuangkan mereka Semoga saya kuat memperjuangkan diri sendiri juga Dan semoga yang saya perjuangkan juga mau berjuang bersama saya Walau ada resiko harus lelah, ditentang, dan dimusuhi. Sesungguhnya saya juga tidak luput dr dosa dan kesalahan.

Bimbing hamba-Mu ini Ya Allah! Kuatkanlah Ya Allah! Amin Ya Rabb!

Beda tipis

  • Jadi cerita ini bermula lagi2 setelah saya dan adik saya tercinta, si Omy bertemu kembali. Ini hari Jumat, besok hari Sabtu pagi kami berdua harus pulang lagi ke bekasi memperingati 40 hari meninggalnya nenek kami. Sebenarnya kami cukup dilema untuk pulang, karena punya tugas dari kampus masing2. Sehingga terjadilah percakapan berikut:
  • Omy: kak, omy sebenernya lagi ada tugas nh.
  • Gue: lah trus gmn? Besok bs pulang ga?
  • Omy: ya uda buat Rabu ini lah. Santai!
  • Gue: kakak sebenernya juga ada My, buat senin.
  • Omy: lah trus gmn?
  • Gue: bodo amat lah. Santai!

Wallahua'lam

  • Malam ini bertepatan dengan malam takbiran Idul Adha. Gue dan ade gue, Omy sama2 uda niat begadang padahal biasanya doski paling anti begadang. Ade gue ngerjain tugas pemrograman dr kuliahnya, sedangkan gue lagi ngerjain 3D modelling buat Polygon Bike Competition - gue bela2in ngerjain dikarenakan hadiahnya menggiurkan semua dan gue lagi butuh banyak duit, oke ga penting - padahal besok pagi kita kudu solat Ied dan mudik k Purwakarta. Lalu terjadilah percakapan berikut:
  • Gue: My, lagi ngerjain tugas nih. Bakal begadang ga?
  • Omy: Iya. Kakak juga?
  • Gue: <seneng> Sip asik deh temenin kakak yuk!
  • Omy: Lah kalo sama2 begadang besok yang bangunin subuh2 siapa?
  • Gue: Wallahua'lam. Ga usah bangun kali.
  • Omy: Lah yang nyetir ke Purwakarta besok siapa dong?
  • Gue: <diem bentar> Wallahua'lam.
  • Bedua: ... <benerin bantal> <lanjut nugas>